Sabtu, 29 Agustus 2015

Rupiah sudah 14.000 per USD, krisiskah kita?

Berbagai kabar miring seputar kondisi perekonomian baik Global maupun nasional menghasilkan kekhawatiran diberbagai kalangan, tidak hanya mereka yang bekerja sebagai buruh yang mana mereka dapat terancam oleh gelombang PHK, para investor mulai menarik dana mereka yang mana mereka khawatir terhadap potensi penurunan aset, kemudian para politikus yang (beberapa oknum) memanfaatkan momentum ini untuk sedikit membuat keruh kondisi yang mana seharusnya dapat disikapi dengan bijak. Ya memang harus diketahui bahwa hal ini (kritik) terhadap pemerintah memang diperlukan guna terus mengingatkan pemerintah atas kondisi perekonomian nasional saat ini, serta agar pemerintah tidak tidur menikmati berbagai fasilitas yang mereka terima.

BI: Masih Ada Potensi Risk-On Risk-Off

Bank Indonesia melihat ke depannya masih ada potensi risiko risk-on risk-off atau perubahan-perubahan dalam aktivitas investasi dalam merespons pola ekonomi global.

"Saya melihat masih ada risk-on risk-off karena yang pertama kita tunggu ini adalah Fed Fund Rate akan dinaikkan atau tidak," kata Gubernur BI Agus Martowardojo saat ditemui di Kantor Pusat BI Jakarta, Jumat (28/8).

Agus menuturkan, beberapa hari lalu Bank Sentral AS menyatakan sepertinya tidak akan menaikkan suku bunga acuannya, tetapi di sisi lain kenaikan suku bunga itu diperlukan.

"Kita juga tahu bahwa AS sudah terdesak karena terjadi pengaliran dana ke AS dan membuat mereka menjadi terlalu kuat dan mungkin mereka menjadi tidak kompetitif," ujar Agus.